Sebagai negara dengan demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia kembali menjadi perhatian internasional dalam politik. Baru-baru ini, kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengatasi isu-isu strategis seperti transisi energi, stabilitas regional, dan diplomasi ekonomi, menarik perhatian dunia. Di balik pengakuan internasional, pemerintahan saat ini masih menghadapi kesulitan di dalam negeri.
Peran Indonesia dalam KTT G20 yang diadakan di Bali pada November 2022 adalah salah satu masalah yang paling populer. Indonesia telah berhasil mengumpulkan banyak negara dengan kepentingan yang berbeda, seperti AS, China, dan Rusia, karena menjadi tuan rumah. Kesuksesan ini memperkuat peran Indonesia sebagai “penjaga perdamaian” di seluruh dunia. Di dalam negeri, bagaimanapun, kritik muncul tentang perbedaan antara kemajuan diplomasi internasional dengan kondisi ekonomi rakyat yang masih berjuang untuk pulih setelah pandemi.
Perencanaan untuk membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur, Nusantara, juga menarik perhatian. Mereka melihat proyek besar ini sebagai upaya pemerintahan Jokowi untuk meninggalkan warisan yang dapat dipertahankan untuk waktu yang lama. Namun, dampak lingkungan, relokasi masyarakat lokal, dan transparansi anggaran adalah beberapa topik kontroversi utama tentang proyek ini. Banyak orang mempertanyakan apa yang harus diprioritaskan pemerintah, terutama di tengah tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi.
Sebaliknya, menyambut Pemilu 2024, politik elektoral mulai memanas. Rivalitas antara koalisi PDIP, Golkar, dan Gerindra semakin tajam. Politiker seperti Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo mulai menunjukkan pengaruhnya. Isu-isu seperti polarisasi politik, hoaks, dan kampanye negatif mulai muncul, mengingatkan pada dinamika yang cukup memecah belah dalam pemilihan presiden 2019.
Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah menjaga stabilitas politik dan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Sementara dunia memuji diplomasi Indonesia, rakyat menuntut pemerintahan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan domestik. Masa depan Indonesia akan ditentukan oleh bagaimana ia menangani masalah ini, baik untuk rakyatnya sendiri maupun untuk dunia.